Akuntansi Laporan Keuangan Bengkel Otomotif

Mengelola keuangan bengkel otomotif menuntut pendekatan akuntansi yang berbeda dari bisnis retail pada umumnya. Transaksi tidak hanya berasal dari penjualan jasa, tetapi juga dari suku cadang, klaim garansi, hingga unit kendaraan yang menginap. Tanpa sistem akuntansi yang terstruktur, pemilik bengkel sering menghadapi kesulitan memisahkan margin tiap lini pendapatan.

Di sinilah peran Program Akuntansi Custom menjadi krusial. Software yang dirancang khusus untuk bengkel mampu mengintegrasikan data work order, stok komponen, dan jam kerja mekanik secara otomatis ke dalam laporan keuangan. Hasilnya, setiap angka dalam laporan laba rugi maupun neraca benar-benar mencerminkan kondisi riil operasional bengkel Anda.

Karakteristik Keuangan Bengkel Otomotif

Keuangan bengkel otomotif memiliki karakter unik yang membedakannya dari bisnis jasa lain. Aliran uang masuk berasal dari beragam sumber secara simultan, sementara biaya operasional sangat bergantung pada ketersediaan suku cadang dan produktivitas mekanik per jam kerja. Memahami karakter ini adalah fondasi dalam menyusun laporan keuangan yang akurat.

  • Integrasi Pendapatan Ganda

    Bengkel modern tidak lagi bergantung pada satu sumber pemasukan. Pendapatan jasa servis dan penjualan suku cadang berjalan beriringan dalam satu transaksi perintah kerja. Model pendapatan ganda ini menuntut pencatatan terpisah agar margin masing-masing lini dapat dianalisis secara presisi tanpa tercampur dalam satu akun pendapatan umum.

    Program Akuntansi Custom memungkinkan setiap work order otomatis memecah nilai jasa dan nilai komponen ke akun pendapatan yang berbeda. Hal ini menghilangkan potensi kesalahan input manual dan memberikan gambaran jelas tentang kontribusi setiap lini terhadap laba kotor bengkel secara real-time.

  • Siklus Finansial Berbasis Perintah Kerja

    Setiap aktivitas servis dimulai dari pembukaan work order yang menjadi pusat siklus finansial bengkel. Di dalamnya tercatat estimasi biaya, komponen yang akan diganti, serta alokasi jam mekanik. Work order yang tidak terintegrasi dengan sistem akuntansi kerap menyebabkan kebocoran pencatatan biaya dan piutang pelanggan korporasi.

    Dengan software akuntansi custom, status work order dapat langsung memicu jurnal akuntansi begitu kendaraan masuk antrean servis. Sistem mencatat nilai WIP, memonitor progres pengerjaan, dan mengonversinya menjadi pendapatan final saat kendaraan diserahterimakan tanpa perlu input ulang oleh staf administrasi.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi bengkel otomotif harus mampu menyajikan pemisahan margin antara jasa dan penjualan barang secara transparan. Tanpa segmentasi yang jelas, pemilik usaha sulit mengidentifikasi apakah keuntungan terbesar berasal dari keahlian mekanik atau dari markup suku cadang. Akurasi di level ini menjadi kunci strategi penetapan harga.

Segmentasi Arus Pendapatan Bengkel

Arus pendapatan bengkel perlu disegmentasi ke dalam beberapa kategori utama agar analisis profitabilitas lebih tajam. Segmentasi ini membantu manajemen menentukan fokus pengembangan apakah pada peningkatan kapasitas servis, diversifikasi merek suku cadang, atau optimalisasi program garansi yang selama ini belum termonitor dengan baik.

  • Pendapatan Jasa Mekanik dan Spesialis

    Pendapatan ini meliputi biaya inspeksi, tune-up, overhaul mesin, perbaikan transmisi, hingga servis kelistrikan. Setiap jenis jasa memiliki tarif per jam yang berbeda bergantung pada level spesialisasi mekanik. Program akuntansi custom dapat menyimpan tarif bertingkat per kategori mekanik dan menghitung pendapatan secara otomatis berdasarkan jam kerja aktual.

  • Penjualan Suku Cadang (Spare Parts) dan Pelumas

    Penjualan suku cadang menyumbang porsi signifikan terhadap omzet bengkel. Margin tiap komponen bervariasi, mulai dari filter oli, kampas rem, hingga komponen fast-moving seperti busi dan bearing. Sistem akuntansi yang terhubung dengan modul inventori memungkinkan pencatatan HPP per item secara otomatis saat komponen dikeluarkan dari rak stok.

  • Skema Klaim Garansi Internal vs Pabrikan

    Klaim garansi menghadirkan kompleksitas tersendiri. Garansi internal ditanggung bengkel sebagai biaya operasional, sementara klaim ke pabrikan melibatkan piutang reimburse. Pencatatan yang tidak rapi dapat membuat biaya garansi internal tersembunyi dan menggerus margin. Software custom mampu membedakan kedua skema ini dalam akun biaya terpisah.

Beban Pokok Pendapatan Ganda

Struktur beban pokok bengkel bersifat ganda: HPP suku cadang yang dijual dan biaya langsung jasa mekanik. Keduanya harus dipisahkan dalam laporan laba rugi agar rasio gross margin per segmen dapat dihitung. Tanpa pemisahan ini, margin jasa bisa tampak terlalu tinggi karena tidak memperhitungkan insentif mekanik secara proporsional.

  • Nilai Pokok Suku Cadang Terpakai

    Setiap suku cadang yang dipasang memiliki nilai perolehan yang dicatat sebagai HPP. Metode penilaian rata-rata tertimbang sering menjadi pilihan karena fluktuasi harga pembelian dari distributor. Program akuntansi custom menghitung HPP secara otomatis berdasarkan metode yang dipilih, memastikan laba kotor penjualan suku cadang selalu terupdate.

  • Alokasi Jam Kerja dan Insentif Mekanik Langsung

    Biaya tenaga kerja langsung tidak hanya berupa gaji pokok, tetapi juga insentif berbasis produktivitas. Alokasi jam kerja per work order menjadi dasar perhitungan insentif yang akurat. Software custom mencatat jam kerja aktual mekanik dan mendistribusikannya sebagai beban pokok jasa, sehingga margin servis mencerminkan biaya tenaga kerja sesungguhnya.

Akuntansi Kerugian Kerja

Rework atau pengerjaan ulang akibat kesalahan diagnosis menjadi beban tersembunyi yang jarang tercatat. Biaya komponen tambahan dan jam kerja ekstra yang tidak ditagihkan ke pelanggan harus dialokasikan ke akun kerugian kerja. Tanpa pencatatan khusus, manajemen tidak dapat mengukur seberapa besar kebocoran ini mempengaruhi profitabilitas.

Program Akuntansi Custom menyediakan fitur pelacakan rework cost dengan menandai work order yang mengalami pengulangan pengerjaan. Sistem mengakumulasi nilai komponen dan jam kerja tambahan ke dalam akun beban kualitas, sehingga pemilik bengkel dapat mengambil langkah preventif seperti pelatihan mekanik atau perbaikan SOP servis.

Laporan Posisi Keuangan

Neraca bengkel otomotif menyimpan kompleksitas pada akun persediaan dan aset dalam pengerjaan. Nilai stok suku cadang yang mencapai ribuan SKU serta kendaraan menginap yang belum selesai diservis harus direkonsiliasi secara berkala. Kesalahan penilaian dapat menyebabkan laporan posisi keuangan tidak merepresentasikan kekayaan bengkel yang sebenarnya.

Pengelolaan Persediaan Suku Cadang Multi-SKU

Bengkel dengan layanan multi-merek menghadapi tantangan mengelola ribuan SKU suku cadang. Perputaran stok tiap item berbeda-beda, sehingga risiko keusangan dan kelebihan stok selalu ada. Pengelolaan yang buruk menyebabkan modal kerja tertahan di rak penyimpanan, mengurangi likuiditas yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional harian.

  • Klasifikasi ABC: Mengelompokkan suku cadang fast-moving, medium, dan slow-moving untuk prioritas pengadaan.
  • Safety stock dinamis: Menentukan batas minimum stok berdasarkan riwayat pemakaian per periode servis.
  • Cycle counting: Penghitungan fisik bergilir tanpa harus menutup operasional bengkel seharian penuh.
  • Cadangan Penurunan Nilai Suku Cadang Usang

    Komponen yang tidak terjual lebih dari 12 bulan berisiko mengalami penurunan nilai akibat usang secara teknis maupun pasar. Prinsip konservatisme akuntansi mensyaratkan pembentukan cadangan penurunan nilai. Software custom dapat secara otomatis mengidentifikasi item slow-moving dan menghitung estimasi cadangan berdasarkan umur stok di gudang.

  • Rekonsiliasi Stok Komponen Konsinyasi

    Beberapa distributor menitipkan suku cadang dengan skema konsinyasi barang baru menjadi milik bengkel setelah terjual. Pencatatan stok konsinyasi harus dipisahkan dari stok milik sendiri agar tidak mengelembungkan aset di neraca. Program akuntansi custom menyediakan gudang virtual terpisah untuk komponen konsinyasi dan otomatis menjurnal saat terjadi penjualan.

Pengakuan Aset Lancar Work in Progress (WIP) Servis

Kendaraan yang masih dalam proses pengerjaan di akhir periode akuntansi merupakan aset WIP yang harus diakui di neraca. Nilai WIP mencakup suku cadang yang sudah terpasang dan jam kerja mekanik yang telah dialokasikan. Tanpa pengakuan ini, beban periode berjalan menjadi terlalu besar dan laba menjadi understated.

Kapitalisasi Komponen Terpasang pada Kendaraan Menginap

Komponen yang sudah terpasang pada kendaraan menginap belum boleh diakui sebagai HPP karena pendapatan belum direalisasi. Komponen tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari aset WIP. Saat kendaraan selesai dan diserahkan, sistem software custom memindahkan nilai komponen dari WIP ke HPP secara otomatis bersamaan dengan pengakuan pendapatan.

Intensitas Kapital Aset Tetap Perbengkelan

Bengkel otomotif termasuk bisnis padat aset tetap. Lift hidrolik, alat diagnostik komputerisasi, dan special tools merupakan investasi besar yang mempengaruhi struktur neraca secara signifikan. Manajemen aset tetap yang baik memastikan nilai buku peralatan selalu akurat dan penyusutan dicatat sesuai umur ekonomis masing-masing aset.

Depresiasi Alat Khusus dan Mesin Lift (Stall)

Special tools untuk merek kendaraan tertentu memiliki umur ekonomis yang lebih pendek karena perubahan teknologi. Mesin lift juga mengalami keausan berdasarkan siklus pemakaian. Software akuntansi custom memungkinkan penghitungan depresiasi per unit aset dengan metode garis lurus maupun saldo menurun, lengkap dengan jadwal penyusutan otomatis setiap bulan.

Jenis Aset Tetap Estimasi Umur Ekonomis Metode Depresiasi
Mesin Lift 2-Tiang (Stall) 8–10 Tahun Garis Lurus
Scanner Diagnostik Multimerek 4–5 Tahun Saldo Menurun
Special Tools OEM 3–5 Tahun Garis Lurus
Kompresor Angin Industri 10–12 Tahun Garis Lurus
Sistem Informasi Bengkel (Software) Amortisasi 4 Tahun Garis Lurus

Laporan Arus Kas

Arus kas bengkel sangat dipengaruhi oleh kecepatan penagihan piutang dari pelanggan korporasi dan perusahaan asuransi. Sementara itu, pengeluaran untuk peralatan diagnostik baru seringkali memerlukan dana besar sekaligus. Laporan arus kas yang disusun dengan metode langsung memberikan visibilitas nyata terhadap kemampuan bengkel memenuhi kewajiban jangka pendek.

  • Siklus Piutang Pelanggan Korporasi (Fleet) & Asuransi

    Pelanggan korporasi dengan armada kendaraan besar seringkali menggunakan skema pembayaran tempo 30–60 hari. Demikian pula klaim asuransi yang proses verifikasinya bisa berlangsung berminggu-minggu. Piutang yang menumpuk dapat menghambat perputaran modal kerja, terutama saat bengkel harus membayar pemasok suku cadang secara tunai.

    Program Akuntansi Custom menyediakan fitur aging schedule piutang yang mengelompokkan outstanding invoice berdasarkan umur. Notifikasi otomatis dikirim ke bagian penagihan saat piutang mendekati jatuh tempo, sehingga risiko keterlambatan pembayaran dari pelanggan fleet dan asuransi dapat diminimalkan secara proaktif.

  • Pengeluaran Modal (CapEx) untuk Pembaruan Alat Diagnostik

    Teknologi kendaraan berkembang pesat, memaksa bengkel memperbarui alat diagnostik secara berkala. Pengeluaran modal untuk scanner OBD terbaru atau perangkat kalibrasi ADAS memerlukan perencanaan arus kas yang matang. Software akuntansi custom membantu menyusun proyeksi CapEx berdasarkan umur aset existing dan estimasi kebutuhan upgrade peralatan.

Metrik Analisis Finansial Bengkel Modern

Mengandalkan intuisi dalam mengelola bengkel sudah tidak relevan di era persaingan saat ini. Metrik finansial kuantitatif menjadi alat vital untuk mengukur kesehatan bisnis, mengidentifikasi area pemborosan, dan merancang strategi pertumbuhan. Dua metrik paling kritis bagi bengkel otomotif adalah efisiensi tenaga kerja dan rasio parts-to-labor.

Tingkat Utilitas dan Efisiensi Tenaga Kerja

Efisiensi tenaga kerja mengukur persentase jam kerja produktif yang dapat ditagihkan ke pelanggan dibandingkan total jam kerja tersedia. Rasio ideal berada di kisaran 75–85%. Nilai di bawah itu menandakan terlalu banyak waktu idle mekanik. Software custom mencatat jam clock-in mekanik dan membandingkannya dengan jam yang tertagih di work order.

Rasio Bauran Penjualan Suku Cadang per Jasa

Rasio parts-to-labor menunjukkan perbandingan nilai penjualan suku cadang terhadap pendapatan jasa servis. Rasio yang sehat bagi bengkel umum berkisar 0,8 hingga 1,2, bergantung pada segmen pasar. Rasio terlalu rendah bisa mengindikasikan mekanik kurang proaktif merekomendasikan penggantian komponen yang memang sudah aus kepada pelanggan.

Melalui Program Akuntansi Custom, rasio parts-to-labor dapat dipantau per mekanik, per kategori servis, atau per periode waktu. Dashboard analitik menyajikan tren rasio ini secara visual, memungkinkan manajer bengkel segera mengambil tindakan korektif seperti pelatihan teknik upsell yang etis sebelum profitabilitas bulanan terdampak secara signifikan.

Metrik Finansial Formula Perhitungan Nilai Ideal Bengkel
Labor Efficiency Rate (Jam Tertagih ÷ Total Jam Tersedia) × 100% 75% – 85%
Parts-to-Labor Ratio Total Penjualan Suku Cadang ÷ Total Pendapatan Jasa 0,8 – 1,2
Gross Margin Jasa (Pendapatan Jasa − Beban Mekanik Langsung) ÷ Pendapatan Jasa ≥ 55%
Perputaran Persediaan HPP Suku Cadang ÷ Rata-rata Persediaan 4–6 kali/tahun

Kompleksitas akuntansi bengkel otomotif dari dual revenue stream, WIP servis, hingga rasio parts-to-labor menuntut sistem pencatatan yang presisi. Program Akuntansi Custom menjawab kebutuhan ini dengan otomatisasi penuh berbasis work order, memastikan setiap laporan keuangan akurat dan siap analisis tanpa rekonsiliasi manual yang memakan waktu.

📊 Butuh solusi akuntansi yang sesuai dengan karakteristik bengkel Anda? Diskusikan kebutuhan software akuntansi custom bersama tim kami sekarang

Cara Membuat Laporan Keuangan Bengkel Otomotif dengan Sistem Terotomasi

Mengelola bengkel otomotif memerlukan ketelitian ekstra karena Anda berurusan dengan dua model bisnis sekaligus: retail suku cadang dan jasa perbaikan. Tanpa sistem yang terintegrasi, sulit untuk mengetahui apakah margin keuntungan datang dari penjualan sparepart atau dari jasa servis. Melalui sistem otomasi Flowdi Consulting (Spreadsheet maupun aplikasi web), setiap transaksi servis akan otomatis memotong stok barang dan mengakumulasi biaya jasa, sehingga Anda mendapatkan laporan keuangan yang presisi.

Persiapan Data Sebelum Input

Data yang rapi adalah kunci untuk mengetahui efisiensi bengkel Anda. Sebelum mulai menggunakan sistem, siapkan komponen data berikut agar sistem dapat melakukan perhitungan job costing secara otomatis:

  • Master Data Suku Cadang: Daftar semua stok suku cadang (SKU) dengan harga modal (HPP) dan harga jual. Ini krusial agar sistem tahu persis berapa biaya yang terpakai saat terjadi pemasangan sparepart.
  • Daftar Tarif Jasa Servis: Klasifikasi tarif jasa per jenis perbaikan (servis ringan, berat, ganti oli, dll). Ini menjadi sumber pendapatan jasa Anda yang akan dipisahkan dari pendapatan penjualan barang.
  • Data Mekanik & Operasional: Jika ada skema komisi mekanik atau biaya operasional bengkel (listrik, penyusutan alat, sewa), siapkan datanya agar sistem bisa mengalokasikan biaya tersebut sebagai beban operasional bengkel.

Input Transaksi Harian (Job Order)

Sistem kami menggunakan metode Job Order yang menyederhanakan pencatatan. Baik di Spreadsheet maupun aplikasi web, Anda hanya perlu mengisi formulir setiap kali ada kendaraan masuk ke bengkel:

  • Input Perintah Kerja (SPK): Catat sparepart yang digunakan dan jenis jasa yang diberikan dalam satu nomor pesanan kerja. Sistem akan langsung memotong stok suku cadang dan menambahkannya ke nilai beban pokok servis tersebut.
  • Catat Biaya Eksternal: Masukkan pengeluaran bengkel lainnya seperti pembelian oli drum atau biaya operasional darurat lainnya. Sistem akan mengklasifikasikan pengeluaran ini sebagai beban operasional atau persediaan.
  • Otomasi Penjurnalan: Setelah data SPK disimpan, sistem secara otomatis memisahkan mana pendapatan dari jasa dan mana pendapatan dari penjualan barang, sehingga neraca dan laba rugi Anda selalu sinkron.

Hasilkan Laporan Otomatis

Begitu data SPK diinput, laporan keuangan Anda sudah siap. Anda tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual di akhir bulan untuk mengetahui margin keuntungan bengkel:

  • Dashboard Profitabilitas Per Job: Saat membuka laporan, Anda bisa melihat performa keuangan bukan hanya secara total, tapi juga efisiensi per unit kendaraan. Anda akan tahu apakah sebuah perbaikan menghasilkan keuntungan atau justru "boncos" karena penggunaan sparepart yang salah.
  • Monitor Stok & Kas Real-Time: Sistem menyajikan nilai aset persediaan suku cadang Anda saat ini dan posisi kas. Ini membantu Anda memutuskan apakah kas tersedia untuk belanja stok baru atau harus menunda pembelian.
  • Analisis Strategis: Laporan otomatis ini memberikan data untuk mengevaluasi apakah jasa servis Anda sudah kompetitif atau apakah Anda perlu mengubah strategi harga suku cadang untuk meningkatkan laba bersih.

Catatan Penting: Akurasi Job Costing
Pada bengkel otomotif, kesalahan fatal sering terjadi pada alokasi biaya. Pastikan setiap suku cadang yang keluar dari gudang wajib masuk ke dalam sistem SPK (Job Order). Jika ada sparepart yang terpakai namun tidak terinput, maka nilai aset di neraca Anda tidak akan pernah akurat dan margin keuntungan Anda akan terlihat lebih tinggi dari kenyataannya (laba semu).

Contoh Format Laporan Keuangan Bengkel Otomotif

Laporan neraca bengkel otomotif menuntut transparansi tinggi pada nilai peralatan teknis dan persediaan suku cadang. Berikut adalah format yang disesuaikan untuk kebutuhan bisnis jasa perbaikan kendaraan.
Bengkel Otomotif Maju Jaya Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Per 31 Desember 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Deskripsi Akun / Pos Keuangan 31 Desember 2025
ASET
Aset Lancar
120.000.000
35.000.000
250.000.000
Total Aset Lancar 405.000.000
Aset Tidak Lancar
400.000.000
(100.000.000)
600.000.000
Total Aset Tidak Lancar 900.000.000
TOTAL ASET 1.305.000.000
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
150.000.000
45.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 195.000.000
Liabilitas Jangka Panjang
300.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 300.000.000
TOTAL LIABILITAS 495.000.000
EKUITAS
600.000.000
210.000.000
Total Ekuitas 810.000.000
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.305.000.000
Laporan laba rugi bengkel harus mampu menunjukkan efisiensi operasional antara pendapatan dari jasa servis (tenaga kerja) dan margin dari penjualan suku cadang.
Bengkel Otomotif Maju Jaya Laporan Laba Rugi Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Deskripsi Akun / Pos Keuangan 31 Desember 2025
PENDAPATAN
350.000.000
500.000.000
Total Pendapatan 850.000.000
HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)
(320.000.000)
(100.000.000)
Total HPP (420.000.000)
LABA KOTOR (GROSS PROFIT) 430.000.000
BEBAN OPERASIONAL
85.000.000
45.000.000
20.000.000
30.000.000
15.000.000
Total Beban Operasional (195.000.000)
LABA SEBELUM PAJAK (EBT) 235.000.000
(58.750.000)
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 176.250.000
Laporan arus kas metode tidak langsung untuk bengkel otomotif menyesuaikan laba bersih dengan perubahan modal kerja. Fokus utama adalah memahami bagaimana pergerakan persediaan suku cadang dan piutang pelanggan memengaruhi likuiditas kas operasional.
Bengkel Otomotif Maju Jaya Laporan Arus Kas (Metode Tidak Langsung) Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Deskripsi Akun / Pos Keuangan 31 Desember 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
176.250.000
Penyesuaian untuk Rekonsiliasi:
30.000.000
(15.000.000)
(40.000.000)
30.000.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 181.250.000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(60.000.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (60.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
(40.000.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (40.000.000)
KENAIKAN NETO KAS
Kenaikan Bersih Kas 81.250.000
90.000.000
KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) 171.250.000
Laporan arus kas metode langsung memberikan transparansi penuh atas pergerakan uang tunai. Ini membantu pemilik bengkel membedakan antara "pendapatan akrual" yang tercatat di pembukuan dengan "kas nyata" yang tersedia untuk operasional harian.
Bengkel Otomotif Maju Jaya Laporan Arus Kas (Metode Langsung) Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Deskripsi Akun / Pos Keuangan 31 Desember 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
835.000.000
(430.000.000)
(165.000.000)
(58.750.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 181.250.000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(60.000.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (60.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
(40.000.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (40.000.000)
KENAIKAN NETO KAS
Kenaikan Bersih Kas 81.250.000
90.000.000
KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) 171.250.000