Mengelola keuangan bengkel otomotif menuntut pendekatan akuntansi yang berbeda dari bisnis retail pada umumnya. Transaksi tidak hanya berasal dari penjualan jasa, tetapi juga dari suku cadang, klaim garansi, hingga unit kendaraan yang menginap. Tanpa sistem akuntansi yang terstruktur, pemilik bengkel sering menghadapi kesulitan memisahkan margin tiap lini pendapatan.
Di sinilah peran Program Akuntansi Custom menjadi krusial. Software yang dirancang khusus untuk bengkel mampu mengintegrasikan data work order, stok komponen, dan jam kerja mekanik secara otomatis ke dalam laporan keuangan. Hasilnya, setiap angka dalam laporan laba rugi maupun neraca benar-benar mencerminkan kondisi riil operasional bengkel Anda.
Karakteristik Keuangan Bengkel Otomotif
Keuangan bengkel otomotif memiliki karakter unik yang membedakannya dari bisnis jasa lain. Aliran uang masuk berasal dari beragam sumber secara simultan, sementara biaya operasional sangat bergantung pada ketersediaan suku cadang dan produktivitas mekanik per jam kerja. Memahami karakter ini adalah fondasi dalam menyusun laporan keuangan yang akurat.
-
Integrasi Pendapatan Ganda
Bengkel modern tidak lagi bergantung pada satu sumber pemasukan. Pendapatan jasa servis dan penjualan suku cadang berjalan beriringan dalam satu transaksi perintah kerja. Model pendapatan ganda ini menuntut pencatatan terpisah agar margin masing-masing lini dapat dianalisis secara presisi tanpa tercampur dalam satu akun pendapatan umum.
Program Akuntansi Custom memungkinkan setiap work order otomatis memecah nilai jasa dan nilai komponen ke akun pendapatan yang berbeda. Hal ini menghilangkan potensi kesalahan input manual dan memberikan gambaran jelas tentang kontribusi setiap lini terhadap laba kotor bengkel secara real-time.
-
Siklus Finansial Berbasis Perintah Kerja
Setiap aktivitas servis dimulai dari pembukaan work order yang menjadi pusat siklus finansial bengkel. Di dalamnya tercatat estimasi biaya, komponen yang akan diganti, serta alokasi jam mekanik. Work order yang tidak terintegrasi dengan sistem akuntansi kerap menyebabkan kebocoran pencatatan biaya dan piutang pelanggan korporasi.
Dengan software akuntansi custom, status work order dapat langsung memicu jurnal akuntansi begitu kendaraan masuk antrean servis. Sistem mencatat nilai WIP, memonitor progres pengerjaan, dan mengonversinya menjadi pendapatan final saat kendaraan diserahterimakan tanpa perlu input ulang oleh staf administrasi.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi bengkel otomotif harus mampu menyajikan pemisahan margin antara jasa dan penjualan barang secara transparan. Tanpa segmentasi yang jelas, pemilik usaha sulit mengidentifikasi apakah keuntungan terbesar berasal dari keahlian mekanik atau dari markup suku cadang. Akurasi di level ini menjadi kunci strategi penetapan harga.
Segmentasi Arus Pendapatan Bengkel
Arus pendapatan bengkel perlu disegmentasi ke dalam beberapa kategori utama agar analisis profitabilitas lebih tajam. Segmentasi ini membantu manajemen menentukan fokus pengembangan apakah pada peningkatan kapasitas servis, diversifikasi merek suku cadang, atau optimalisasi program garansi yang selama ini belum termonitor dengan baik.
-
Pendapatan Jasa Mekanik dan Spesialis
Pendapatan ini meliputi biaya inspeksi, tune-up, overhaul mesin, perbaikan transmisi, hingga servis kelistrikan. Setiap jenis jasa memiliki tarif per jam yang berbeda bergantung pada level spesialisasi mekanik. Program akuntansi custom dapat menyimpan tarif bertingkat per kategori mekanik dan menghitung pendapatan secara otomatis berdasarkan jam kerja aktual.
-
Penjualan Suku Cadang (Spare Parts) dan Pelumas
Penjualan suku cadang menyumbang porsi signifikan terhadap omzet bengkel. Margin tiap komponen bervariasi, mulai dari filter oli, kampas rem, hingga komponen fast-moving seperti busi dan bearing. Sistem akuntansi yang terhubung dengan modul inventori memungkinkan pencatatan HPP per item secara otomatis saat komponen dikeluarkan dari rak stok.
-
Skema Klaim Garansi Internal vs Pabrikan
Klaim garansi menghadirkan kompleksitas tersendiri. Garansi internal ditanggung bengkel sebagai biaya operasional, sementara klaim ke pabrikan melibatkan piutang reimburse. Pencatatan yang tidak rapi dapat membuat biaya garansi internal tersembunyi dan menggerus margin. Software custom mampu membedakan kedua skema ini dalam akun biaya terpisah.
Beban Pokok Pendapatan Ganda
Struktur beban pokok bengkel bersifat ganda: HPP suku cadang yang dijual dan biaya langsung jasa mekanik. Keduanya harus dipisahkan dalam laporan laba rugi agar rasio gross margin per segmen dapat dihitung. Tanpa pemisahan ini, margin jasa bisa tampak terlalu tinggi karena tidak memperhitungkan insentif mekanik secara proporsional.
-
Nilai Pokok Suku Cadang Terpakai
Setiap suku cadang yang dipasang memiliki nilai perolehan yang dicatat sebagai HPP. Metode penilaian rata-rata tertimbang sering menjadi pilihan karena fluktuasi harga pembelian dari distributor. Program akuntansi custom menghitung HPP secara otomatis berdasarkan metode yang dipilih, memastikan laba kotor penjualan suku cadang selalu terupdate.
-
Alokasi Jam Kerja dan Insentif Mekanik Langsung
Biaya tenaga kerja langsung tidak hanya berupa gaji pokok, tetapi juga insentif berbasis produktivitas. Alokasi jam kerja per work order menjadi dasar perhitungan insentif yang akurat. Software custom mencatat jam kerja aktual mekanik dan mendistribusikannya sebagai beban pokok jasa, sehingga margin servis mencerminkan biaya tenaga kerja sesungguhnya.
Akuntansi Kerugian Kerja
Rework atau pengerjaan ulang akibat kesalahan diagnosis menjadi beban tersembunyi yang jarang tercatat. Biaya komponen tambahan dan jam kerja ekstra yang tidak ditagihkan ke pelanggan harus dialokasikan ke akun kerugian kerja. Tanpa pencatatan khusus, manajemen tidak dapat mengukur seberapa besar kebocoran ini mempengaruhi profitabilitas.
Program Akuntansi Custom menyediakan fitur pelacakan rework cost dengan menandai work order yang mengalami pengulangan pengerjaan. Sistem mengakumulasi nilai komponen dan jam kerja tambahan ke dalam akun beban kualitas, sehingga pemilik bengkel dapat mengambil langkah preventif seperti pelatihan mekanik atau perbaikan SOP servis.
Laporan Posisi Keuangan
Neraca bengkel otomotif menyimpan kompleksitas pada akun persediaan dan aset dalam pengerjaan. Nilai stok suku cadang yang mencapai ribuan SKU serta kendaraan menginap yang belum selesai diservis harus direkonsiliasi secara berkala. Kesalahan penilaian dapat menyebabkan laporan posisi keuangan tidak merepresentasikan kekayaan bengkel yang sebenarnya.
Pengelolaan Persediaan Suku Cadang Multi-SKU
Bengkel dengan layanan multi-merek menghadapi tantangan mengelola ribuan SKU suku cadang. Perputaran stok tiap item berbeda-beda, sehingga risiko keusangan dan kelebihan stok selalu ada. Pengelolaan yang buruk menyebabkan modal kerja tertahan di rak penyimpanan, mengurangi likuiditas yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional harian.
- Klasifikasi ABC: Mengelompokkan suku cadang fast-moving, medium, dan slow-moving untuk prioritas pengadaan.
- Safety stock dinamis: Menentukan batas minimum stok berdasarkan riwayat pemakaian per periode servis.
- Cycle counting: Penghitungan fisik bergilir tanpa harus menutup operasional bengkel seharian penuh.
-
Cadangan Penurunan Nilai Suku Cadang Usang
Komponen yang tidak terjual lebih dari 12 bulan berisiko mengalami penurunan nilai akibat usang secara teknis maupun pasar. Prinsip konservatisme akuntansi mensyaratkan pembentukan cadangan penurunan nilai. Software custom dapat secara otomatis mengidentifikasi item slow-moving dan menghitung estimasi cadangan berdasarkan umur stok di gudang.
-
Rekonsiliasi Stok Komponen Konsinyasi
Beberapa distributor menitipkan suku cadang dengan skema konsinyasi barang baru menjadi milik bengkel setelah terjual. Pencatatan stok konsinyasi harus dipisahkan dari stok milik sendiri agar tidak mengelembungkan aset di neraca. Program akuntansi custom menyediakan gudang virtual terpisah untuk komponen konsinyasi dan otomatis menjurnal saat terjadi penjualan.
Pengakuan Aset Lancar Work in Progress (WIP) Servis
Kendaraan yang masih dalam proses pengerjaan di akhir periode akuntansi merupakan aset WIP yang harus diakui di neraca. Nilai WIP mencakup suku cadang yang sudah terpasang dan jam kerja mekanik yang telah dialokasikan. Tanpa pengakuan ini, beban periode berjalan menjadi terlalu besar dan laba menjadi understated.
Kapitalisasi Komponen Terpasang pada Kendaraan Menginap
Komponen yang sudah terpasang pada kendaraan menginap belum boleh diakui sebagai HPP karena pendapatan belum direalisasi. Komponen tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari aset WIP. Saat kendaraan selesai dan diserahkan, sistem software custom memindahkan nilai komponen dari WIP ke HPP secara otomatis bersamaan dengan pengakuan pendapatan.
Intensitas Kapital Aset Tetap Perbengkelan
Bengkel otomotif termasuk bisnis padat aset tetap. Lift hidrolik, alat diagnostik komputerisasi, dan special tools merupakan investasi besar yang mempengaruhi struktur neraca secara signifikan. Manajemen aset tetap yang baik memastikan nilai buku peralatan selalu akurat dan penyusutan dicatat sesuai umur ekonomis masing-masing aset.
Depresiasi Alat Khusus dan Mesin Lift (Stall)
Special tools untuk merek kendaraan tertentu memiliki umur ekonomis yang lebih pendek karena perubahan teknologi. Mesin lift juga mengalami keausan berdasarkan siklus pemakaian. Software akuntansi custom memungkinkan penghitungan depresiasi per unit aset dengan metode garis lurus maupun saldo menurun, lengkap dengan jadwal penyusutan otomatis setiap bulan.
| Jenis Aset Tetap | Estimasi Umur Ekonomis | Metode Depresiasi |
|---|---|---|
| Mesin Lift 2-Tiang (Stall) | 8–10 Tahun | Garis Lurus |
| Scanner Diagnostik Multimerek | 4–5 Tahun | Saldo Menurun |
| Special Tools OEM | 3–5 Tahun | Garis Lurus |
| Kompresor Angin Industri | 10–12 Tahun | Garis Lurus |
| Sistem Informasi Bengkel (Software) | Amortisasi 4 Tahun | Garis Lurus |
Laporan Arus Kas
Arus kas bengkel sangat dipengaruhi oleh kecepatan penagihan piutang dari pelanggan korporasi dan perusahaan asuransi. Sementara itu, pengeluaran untuk peralatan diagnostik baru seringkali memerlukan dana besar sekaligus. Laporan arus kas yang disusun dengan metode langsung memberikan visibilitas nyata terhadap kemampuan bengkel memenuhi kewajiban jangka pendek.
-
Siklus Piutang Pelanggan Korporasi (Fleet) & Asuransi
Pelanggan korporasi dengan armada kendaraan besar seringkali menggunakan skema pembayaran tempo 30–60 hari. Demikian pula klaim asuransi yang proses verifikasinya bisa berlangsung berminggu-minggu. Piutang yang menumpuk dapat menghambat perputaran modal kerja, terutama saat bengkel harus membayar pemasok suku cadang secara tunai.
Program Akuntansi Custom menyediakan fitur aging schedule piutang yang mengelompokkan outstanding invoice berdasarkan umur. Notifikasi otomatis dikirim ke bagian penagihan saat piutang mendekati jatuh tempo, sehingga risiko keterlambatan pembayaran dari pelanggan fleet dan asuransi dapat diminimalkan secara proaktif.
-
Pengeluaran Modal (CapEx) untuk Pembaruan Alat Diagnostik
Teknologi kendaraan berkembang pesat, memaksa bengkel memperbarui alat diagnostik secara berkala. Pengeluaran modal untuk scanner OBD terbaru atau perangkat kalibrasi ADAS memerlukan perencanaan arus kas yang matang. Software akuntansi custom membantu menyusun proyeksi CapEx berdasarkan umur aset existing dan estimasi kebutuhan upgrade peralatan.
Metrik Analisis Finansial Bengkel Modern
Mengandalkan intuisi dalam mengelola bengkel sudah tidak relevan di era persaingan saat ini. Metrik finansial kuantitatif menjadi alat vital untuk mengukur kesehatan bisnis, mengidentifikasi area pemborosan, dan merancang strategi pertumbuhan. Dua metrik paling kritis bagi bengkel otomotif adalah efisiensi tenaga kerja dan rasio parts-to-labor.
Tingkat Utilitas dan Efisiensi Tenaga Kerja
Efisiensi tenaga kerja mengukur persentase jam kerja produktif yang dapat ditagihkan ke pelanggan dibandingkan total jam kerja tersedia. Rasio ideal berada di kisaran 75–85%. Nilai di bawah itu menandakan terlalu banyak waktu idle mekanik. Software custom mencatat jam clock-in mekanik dan membandingkannya dengan jam yang tertagih di work order.
Rasio Bauran Penjualan Suku Cadang per Jasa
Rasio parts-to-labor menunjukkan perbandingan nilai penjualan suku cadang terhadap pendapatan jasa servis. Rasio yang sehat bagi bengkel umum berkisar 0,8 hingga 1,2, bergantung pada segmen pasar. Rasio terlalu rendah bisa mengindikasikan mekanik kurang proaktif merekomendasikan penggantian komponen yang memang sudah aus kepada pelanggan.
Melalui Program Akuntansi Custom, rasio parts-to-labor dapat dipantau per mekanik, per kategori servis, atau per periode waktu. Dashboard analitik menyajikan tren rasio ini secara visual, memungkinkan manajer bengkel segera mengambil tindakan korektif seperti pelatihan teknik upsell yang etis sebelum profitabilitas bulanan terdampak secara signifikan.
| Metrik Finansial | Formula Perhitungan | Nilai Ideal Bengkel |
|---|---|---|
| Labor Efficiency Rate | (Jam Tertagih ÷ Total Jam Tersedia) × 100% | 75% – 85% |
| Parts-to-Labor Ratio | Total Penjualan Suku Cadang ÷ Total Pendapatan Jasa | 0,8 – 1,2 |
| Gross Margin Jasa | (Pendapatan Jasa − Beban Mekanik Langsung) ÷ Pendapatan Jasa | ≥ 55% |
| Perputaran Persediaan | HPP Suku Cadang ÷ Rata-rata Persediaan | 4–6 kali/tahun |
Kompleksitas akuntansi bengkel otomotif dari dual revenue stream, WIP servis, hingga rasio parts-to-labor menuntut sistem pencatatan yang presisi. Program Akuntansi Custom menjawab kebutuhan ini dengan otomatisasi penuh berbasis work order, memastikan setiap laporan keuangan akurat dan siap analisis tanpa rekonsiliasi manual yang memakan waktu.
📊 Butuh solusi akuntansi yang sesuai dengan karakteristik bengkel Anda? Diskusikan kebutuhan software akuntansi custom bersama tim kami sekarang
Cara Membuat Laporan Keuangan Bengkel Otomotif dengan Sistem Terotomasi
Mengelola bengkel otomotif memerlukan ketelitian ekstra karena Anda berurusan dengan dua model bisnis sekaligus: retail suku cadang dan jasa perbaikan. Tanpa sistem yang terintegrasi, sulit untuk mengetahui apakah margin keuntungan datang dari penjualan sparepart atau dari jasa servis. Melalui sistem otomasi Flowdi Consulting (Spreadsheet maupun aplikasi web), setiap transaksi servis akan otomatis memotong stok barang dan mengakumulasi biaya jasa, sehingga Anda mendapatkan laporan keuangan yang presisi.
Persiapan Data Sebelum Input
Data yang rapi adalah kunci untuk mengetahui efisiensi bengkel Anda. Sebelum mulai menggunakan sistem, siapkan komponen data berikut agar sistem dapat melakukan perhitungan job costing secara otomatis:
- Master Data Suku Cadang: Daftar semua stok suku cadang (SKU) dengan harga modal (HPP) dan harga jual. Ini krusial agar sistem tahu persis berapa biaya yang terpakai saat terjadi pemasangan sparepart.
- Daftar Tarif Jasa Servis: Klasifikasi tarif jasa per jenis perbaikan (servis ringan, berat, ganti oli, dll). Ini menjadi sumber pendapatan jasa Anda yang akan dipisahkan dari pendapatan penjualan barang.
- Data Mekanik & Operasional: Jika ada skema komisi mekanik atau biaya operasional bengkel (listrik, penyusutan alat, sewa), siapkan datanya agar sistem bisa mengalokasikan biaya tersebut sebagai beban operasional bengkel.
Input Transaksi Harian (Job Order)
Sistem kami menggunakan metode Job Order yang menyederhanakan pencatatan. Baik di Spreadsheet maupun aplikasi web, Anda hanya perlu mengisi formulir setiap kali ada kendaraan masuk ke bengkel:
- Input Perintah Kerja (SPK): Catat sparepart yang digunakan dan jenis jasa yang diberikan dalam satu nomor pesanan kerja. Sistem akan langsung memotong stok suku cadang dan menambahkannya ke nilai beban pokok servis tersebut.
- Catat Biaya Eksternal: Masukkan pengeluaran bengkel lainnya seperti pembelian oli drum atau biaya operasional darurat lainnya. Sistem akan mengklasifikasikan pengeluaran ini sebagai beban operasional atau persediaan.
- Otomasi Penjurnalan: Setelah data SPK disimpan, sistem secara otomatis memisahkan mana pendapatan dari jasa dan mana pendapatan dari penjualan barang, sehingga neraca dan laba rugi Anda selalu sinkron.
Hasilkan Laporan Otomatis
Begitu data SPK diinput, laporan keuangan Anda sudah siap. Anda tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual di akhir bulan untuk mengetahui margin keuntungan bengkel:
- Dashboard Profitabilitas Per Job: Saat membuka laporan, Anda bisa melihat performa keuangan bukan hanya secara total, tapi juga efisiensi per unit kendaraan. Anda akan tahu apakah sebuah perbaikan menghasilkan keuntungan atau justru "boncos" karena penggunaan sparepart yang salah.
- Monitor Stok & Kas Real-Time: Sistem menyajikan nilai aset persediaan suku cadang Anda saat ini dan posisi kas. Ini membantu Anda memutuskan apakah kas tersedia untuk belanja stok baru atau harus menunda pembelian.
- Analisis Strategis: Laporan otomatis ini memberikan data untuk mengevaluasi apakah jasa servis Anda sudah kompetitif atau apakah Anda perlu mengubah strategi harga suku cadang untuk meningkatkan laba bersih.
Catatan Penting: Akurasi Job Costing
Pada bengkel otomotif, kesalahan fatal sering terjadi pada alokasi
biaya. Pastikan setiap suku cadang yang keluar dari gudang wajib
masuk ke dalam sistem SPK (Job Order). Jika ada sparepart yang
terpakai namun tidak terinput, maka nilai aset di neraca Anda
tidak akan pernah akurat dan margin keuntungan Anda akan terlihat
lebih tinggi dari kenyataannya (laba semu).
Contoh Format Laporan Keuangan Bengkel Otomotif
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ASET | |
| Aset Lancar | |
| Kas dan Setara Kas | 120.000.000 |
| Piutang Jasa (Pelanggan/Asuransi) | 35.000.000 |
| Persediaan Suku Cadang (Fast Moving) | 250.000.000 |
| Total Aset Lancar | 405.000.000 |
| Aset Tidak Lancar | |
| Peralatan Bengkel (Lift, Scanner, Tools) | 400.000.000 |
| Akumulasi Penyusutan Peralatan | (100.000.000) |
| Bangunan Bengkel | 600.000.000 |
| Total Aset Tidak Lancar | 900.000.000 |
| TOTAL ASET | 1.305.000.000 |
| LIABILITAS | |
| Liabilitas Jangka Pendek | |
| Utang Supplier Sparepart | 150.000.000 |
| Utang Gaji Mekanik | 45.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Pendek | 195.000.000 |
| Liabilitas Jangka Panjang | |
| Utang Bank (Kredit Investasi Mesin) | 300.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Panjang | 300.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS | 495.000.000 |
| EKUITAS | |
| Modal Pemilik | 600.000.000 |
| Saldo Laba | 210.000.000 |
| Total Ekuitas | 810.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 1.305.000.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| PENDAPATAN | |
| Pendapatan Jasa Servis | 350.000.000 |
| Penjualan Suku Cadang (Sparepart) | 500.000.000 |
| Total Pendapatan | 850.000.000 |
| HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) | |
| Harga Pokok Sparepart | (320.000.000) |
| Upah Mekanik (Langsung) | (100.000.000) |
| Total HPP | (420.000.000) |
| LABA KOTOR (GROSS PROFIT) | 430.000.000 |
| BEBAN OPERASIONAL | |
| Gaji Staf Administrasi & Kasir | 85.000.000 |
| Sewa Tempat & Listrik (Bengkel) | 45.000.000 |
| Biaya Pemasaran & Promo | 20.000.000 |
| Depresiasi Peralatan (Tools & Scanner) | 30.000.000 |
| Biaya Pemeliharaan & Kebersihan | 15.000.000 |
| Total Beban Operasional | (195.000.000) |
| LABA SEBELUM PAJAK (EBT) | 235.000.000 |
| Beban Pajak Penghasilan | (58.750.000) |
| LABA BERSIH PERIODE BERJALAN | 176.250.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Laba Bersih Setelah Pajak | 176.250.000 |
| Penyesuaian untuk Rekonsiliasi: | |
| Depresiasi Peralatan (Tools & Scanner) | 30.000.000 |
| Kenaikan Piutang Usaha (Fleet/Asuransi) | (15.000.000) |
| Kenaikan Persediaan Suku Cadang | (40.000.000) |
| Kenaikan Utang Usaha (Supplier Sparepart) | 30.000.000 |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 181.250.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Peralatan/Mesin Baru | (60.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (60.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (40.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (40.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 81.250.000 |
| Kas Awal Periode | 90.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 171.250.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Penerimaan Kas dari Pelanggan | 835.000.000 |
| Pembayaran Kas kepada Pemasok (Sparepart) | (430.000.000) |
| Pembayaran Kas untuk Beban Operasional (Gaji, Listrik, Pemasaran) | (165.000.000) |
| Pembayaran Kas untuk Pajak Penghasilan | (58.750.000) |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 181.250.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Peralatan/Mesin Baru | (60.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (60.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (40.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (40.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 81.250.000 |
| Kas Awal Periode | 90.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 171.250.000 |