Mengelola laporan keuangan pabrik plastik memerlukan pendekatan akuntansi yang presisi karena karakteristik industri ini sangat unik, mulai dari fluktuasi harga resin global hingga kompleksitas alokasi biaya energi per mesin. Tanpa sistem yang terstruktur, pelacakan biaya konversi dan valuasi persediaan multi-tahap rentan mengalami kesalahan material.
Program Akuntansi Custom hadir sebagai solusi tepat guna yang mampu mengotomatisasi pencatatan spesifik seperti depresiasi cetakan berbasis unit produksi, alokasi biaya listrik per machine hours, serta manajemen scrap dan regrind secara real-time. Dengan sistem yang disesuaikan, setiap transaksi langsung terpetakan ke dalam laporan laba rugi, posisi keuangan, dan arus kas secara akurat.
Kupas tuntas konsep akuntansi laporan keuangan pabrik plastik dan menunjukkan bagaimana software akuntansi custom dapat menyederhanakan kompleksitas tersebut, membantu manajemen mengambil keputusan finansial berbasis data yang valid dan terkini.
Karakteristik Finansial Industri Plastik
Industri plastik memiliki struktur finansial yang sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar komoditas global dan intensitas penggunaan mesin otomatis. Dua faktor dominan yang membentuk karakteristik keuangannya adalah volatilitas harga bahan baku dan porsi biaya energi yang signifikan dalam total biaya produksi.
Volatilitas Bahan Baku Berbasis Komoditas Global
Harga resin plastik seperti PE, PP, dan PET sangat bergantung pada indeks harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang. Fluktuasi ini berdampak langsung pada harga pokok produksi (COGM) dan nilai persediaan di silo penyimpanan, sehingga metode penilaian seperti rata-rata tertimbang menjadi krusial untuk mencerminkan nilai wajar stok.
Program Akuntansi Custom dapat mengintegrasikan data indeks harga komoditas dan kurs real-time, lalu secara otomatis menyesuaikan valuasi persediaan dan proyeksi biaya bahan baku. Sistem ini memungkinkan pabrik menyusun simulasi anggaran fleksibel yang adaptif terhadap gejolak pasar global.
- Fitur unggulan software custom: Dashboard pemantauan harga resin harian yang terhubung langsung ke modul pembelian dan persediaan.
- Manfaat: Peringatan dini kenaikan harga dan rekomendasi waktu pembelian optimal berdasarkan tren historis.
- Output laporan: Laporan varians harga bahan baku bulanan yang siap digunakan untuk evaluasi kinerja tim procurement.
Struktur Biaya Padat Energi dan Otomasi Mesin
Pabrik plastik modern mengandalkan mesin injection molding, blow molding, dan extrusion yang mengonsumsi listrik dalam jumlah besar. Biaya energi bisa mencapai 25-35% dari total biaya konversi, sehingga alokasi yang tepat berdasarkan jam kerja mesin menjadi elemen kritis dalam perhitungan biaya produksi per kilogram.
Dengan Program Akuntansi Custom, setiap mesin dapat dipasangi modul pencatatan konsumsi listrik aktual atau estimasi berbasis spesifikasi teknis (kW × jam operasi). Sistem kemudian mendistribusikan biaya energi ke setiap production order secara proporsional, menghasilkan laporan biaya energi per lini dan per produk jadi.
- Integrasi data IoT mesin untuk mencatat real-time machine hours dan konsumsi daya aktual.
- Alokasi otomatis biaya listrik, air pendingin (chiller), dan udara tekan ke setiap batch produksi.
- Laporan efisiensi energi yang membandingkan biaya listrik per kilogram antar lini produksi.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi pabrik plastik harus mampu mengurai biaya konversi bahan baku menjadi produk jadi secara granular. Fokus utama terletak pada Harga Pokok Produksi (COGM) yang mencakup biaya material langsung, tenaga kerja, dan overhead pabrik yang dialokasikan secara presisi berdasarkan aktivitas aktual.
Harga Pokok Produksi (COGM) Industri Plastik
COGM di pabrik plastik berbeda dengan manufaktur umum karena material seperti virgin resin dan masterbatch pewarna memiliki proporsi campuran yang sangat spesifik. Kesalahan kecil dalam mencatat takaran dapat menyebabkan selisih biaya material yang signifikan dalam laporan bulanan.
Akuntansi Virgin Resin dan Masterbatch
Setiap formulasi produk plastik menggunakan rasio tertentu antara virgin resin sebagai bahan dasar dan masterbatch sebagai pewarna atau aditif. Pencatatan akuntansinya harus memisahkan kedua komponen ini karena harga per kilogram masterbatch bisa 3-5 kali lebih mahal daripada resin murni, sehingga berdampak besar pada COGM.
Software akuntansi custom memungkinkan pembuatan Bill of Materials (BOM) digital yang mencatat rasio campuran tiap produk. Saat produksi berjalan, sistem otomatis menghitung konsumsi masing-masing material berdasarkan output tonase aktual dan meng-update nilai persediaan secara real-time.
💡 Solusi praktis: Program custom dapat dikonfigurasi untuk mendeteksi penyimpangan pemakaian material di luar toleransi yang ditetapkan (misal ±2%), lalu mengirimkan notifikasi kepada supervisor produksi dan tim akuntansi agar segera melakukan investigasi.
Alokasi Biaya Listrik Berbasis Jam Kerja Mesin (Machine Hours)
Metode alokasi biaya listrik yang akurat menggunakan basis jam kerja mesin (machine hours), bukan sekadar rata-rata per departemen. Setiap mesin memiliki rating daya (kW) berbeda; mesin injection molding 500 ton tentu mengonsumsi listrik lebih besar daripada mesin 100 ton.
Program akuntansi custom mencatat jam operasi setiap mesin dan mengalikan dengan tarif listrik per kWh yang berlaku, termasuk memperhitungkan perbedaan tarif peak dan off-peak dari PLN. Hasilnya, laporan laba rugi menampilkan biaya energi aktual per production order, memberikan gambaran profitabilitas yang jauh lebih tajam.
- Pencatatan otomatis jam start-stop mesin melalui integrasi sistem MES (Manufacturing Execution System).
- Perhitungan biaya listrik per batch produksi dan per kilogram output.
- Perbandingan biaya energi antar shift kerja untuk optimalisasi jadwal produksi.
Alokasi Biaya Tenaga Kerja Lini Produksi Otomatis
Pada lini produksi yang sangat otomatis, satu operator dapat mengawasi 3-5 mesin sekaligus. Alokasi biaya tenaga kerja langsung tidak lagi relevan jika dihitung per orang, melainkan harus didistribusikan berdasarkan jam pengawasan per mesin atau per lini produksi.
Sistem akuntansi custom memfasilitasi pencatatan alokasi man-hours yang terasosiasi dengan beberapa mesin secara bersamaan. Biaya gaji dan tunjangan operator didistribusikan proporsional ke mesin-mesin yang diawasinya, menciptakan perhitungan biaya tenaga kerja per kilogram yang lebih adil dan reflektif.
Akuntansi Nilai Sisa (Scrap & Regrind Management)
Scrap dan regrind adalah realitas tak terhindarkan dalam produksi plastik. Material sisa dari runner, produk cacat, dan purging masih memiliki nilai ekonomi yang harus tercermin dalam laporan keuangan, baik sebagai pengurang COGM maupun sebagai aset persediaan bahan gilingan.
Valuasi Finansial Penggunaan Kembali Bahan Gilingan
Bahan gilingan (regrind) yang dihasilkan dari proses daur ulang internal memiliki nilai ekonomis yang perlu dicatat dalam persediaan. Standar akuntansi mengizinkan valuasi berdasarkan harga perolehan neto atau estimasi nilai pakai, dan pencampurannya kembali ke dalam produksi harus tercatat sebagai pengurang biaya material.
Program Akuntansi Custom dapat melacak jumlah regrind yang dihasilkan per batch, menghitung nilai wajarnya, dan secara otomatis mengkredit akun COGM saat material tersebut digunakan kembali dalam siklus produksi berikutnya. Hal ini meningkatkan akurasi margin laba kotor secara signifikan.
Kerugian Penyusutan Berat Aktual (Purging Loss)
Purging loss terjadi saat material dibuang dalam proses pembersihan mesin, terutama saat pergantian warna atau jenis resin. Kehilangan berat ini bersifat permanen dan tidak menghasilkan produk, sehingga harus diperlakukan sebagai biaya produksi yang tidak terhindarkan dalam perhitungan material yield ratio.
Software akuntansi custom menyediakan modul pencatatan purging loss per kejadian, lengkap dengan data mesin, operator, dan jumlah kilogram yang hilang. Data ini terakumulasi dalam laporan efisiensi material dan membantu manajemen menetapkan standar toleransi kerugian yang realistis.
| Komponen COGM Pabrik Plastik | Metode Alokasi | Dukungan Software Custom |
|---|---|---|
| Virgin Resin & Masterbatch | Berdasarkan BOM dan output aktual (kg) | Pencatatan konsumsi real-time, deteksi varians otomatis |
| Biaya Listrik Mesin | Machine hours × tarif kWh | Integrasi data IoT, alokasi per production order |
| Tenaga Kerja Lini Otomatis | Distribusi proporsional jam pengawasan | Alokasi multi-mesin, pelacakan per shift |
| Scrap & Regrind | Kredit COGM saat digunakan kembali | Valuasi otomatis, pelacakan siklus daur ulang |
| Purging Loss | Diakui sebagai biaya periode | Pencatatan per kejadian, akumulasi laporan efisiensi |
Laporan Posisi Keuangan
Neraca pabrik plastik menyimpan kompleksitas tersendiri pada pos aset tetap berupa mold dan dies serta persediaan bahan baku yang disimpan dalam silo besar. Valuasi yang tepat atas kedua pos ini sangat menentukan kewajaran laporan posisi keuangan secara keseluruhan.
Manajemen Aset Tetap Khusus: Mold & Dies (Cetakan)
Cetakan (mold) adalah aset tetap dengan karakteristik unik: memiliki umur ekonomis yang diukur dalam jumlah unit produksi, bukan sekadar tahun pemakaian. Satu mold bisa menghasilkan 500.000 hingga 2 juta shot sebelum memerlukan perbaikan besar atau pensiun. Metode depresiasi standar garis lurus seringkali tidak mencerminkan pola keausan aktual.
Program Akuntansi Custom memungkinkan penerapan metode depresiasi berbasis unit produksi (units-of-production) secara otomatis, di mana beban penyusutan dihitung berdasarkan output aktual mold pada periode tersebut. Sistem juga melacak riwayat perbaikan dan modifikasi untuk menentukan apakah biaya tersebut harus dikapitalisasi atau dibebankan.
Depresiasi Berbasis Unit Produksi
Metode units-of-production menghitung beban depresiasi mold berdasarkan rasio antara shot aktual periode berjalan terhadap total estimasi shot sepanjang umur mold. Pendekatan ini menghasilkan laporan laba rugi yang lebih mencerminkan intensitas pemakaian aset secara riil.
Software custom mengintegrasikan data produksi harian dengan modul aset tetap, sehingga setiap kali mesin mencatat satu siklus shot, sistem secara otomatis mengakumulasi unit produksi dan menghitung depresiasi yang harus diakui. Laporan depresiasi per mold tersedia secara real-time untuk kebutuhan audit dan analisis.
- Pelacakan akumulasi shot per mold secara otomatis dari data produksi.
- Penyesuaian estimasi umur mold berdasarkan kondisi aktual dan riwayat perbaikan.
- Laporan nilai buku mold yang selalu up-to-date untuk mendukung keputusan investasi cetakan baru.
Kapitalisasi Biaya Modifikasi dan Perbaikan Cetakan
Tidak semua biaya perbaikan mold bersifat revenue expenditure. Perbaikan besar yang memperpanjang umur ekonomis atau meningkatkan kapasitas produksi mold harus dikapitalisasi ke nilai aset. Sebaliknya, perawatan rutin seperti penggantian ejector pin langsung dibebankan sebagai biaya periode.
Sistem akuntansi custom menyediakan workflow persetujuan untuk setiap pengeluaran terkait mold, lengkap dengan kategori akuntansi yang sesuai. Hal ini memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi aset tetap dan mencegah kesalahan klasifikasi yang dapat mempengaruhi laba bersih secara material.
Struktur Persediaan Multi-Tahap Pabrik Plastik
Persediaan di pabrik plastik tidak sesederhana barang jadi di gudang. Terdapat tiga tahap utama: bahan baku di silo, barang dalam proses (Work in Process/WIP) setengah jadi, dan produk jadi siap kirim. Masing-masing tahap memerlukan metode valuasi yang sesuai standar akuntansi.
Valuasi Stok Komoditas di Silo Penyimpanan
Bahan baku resin yang disimpan dalam silo besar seringkali dibeli dalam jumlah bulk dengan harga yang bervariasi antar shipment. Metode rata-rata tertimbang (weighted average) menjadi pilihan paling praktis untuk menilai stok di silo, karena material dari berbagai batch pembelian tercampur secara fisik dalam satu wadah besar.
Program Akuntansi Custom secara otomatis menghitung ulang harga rata-rata setiap kali ada penerimaan material baru ke dalam silo. Sistem juga mengakomodasi koreksi stok akibat moisture loss atau penyusutan selama penyimpanan, yang lazim terjadi pada material higroskopis seperti resin nylon.
Penilaian Barang Dalam Proses (WIP) Setengah Jadi
WIP di pabrik plastik mencakup produk yang sudah melewati proses molding namun belum melalui finishing, assembly, atau quality control. Valuasinya harus mencakup akumulasi biaya material, tenaga kerja, dan overhead yang telah diserap hingga tahap penyelesaian tertentu.
Dengan software custom, setiap production order memiliki kartu biaya digital yang terus ter-update seiring progres produksi. Sistem secara otomatis menghitung nilai WIP berdasarkan persentase penyelesaian dan mengalikannya dengan total biaya yang dianggarkan untuk pesanan tersebut, memberikan gambaran nilai persediaan yang akurat setiap saat.
| Tahap Persediaan | Metode Valuasi | Peran Software Custom |
|---|---|---|
| Bahan Baku di Silo | Rata-rata tertimbang otomatis | Kalkulasi ulang harga per kg setiap penerimaan, koreksi susut |
| WIP Setengah Jadi | Akumulasi biaya per production order | Kartu biaya digital, update progres real-time |
| Produk Jadi | COGM aktual per batch | Pencatatan otomatis dari laporan produksi harian |
| Scrap & Regrind | Nilai realisasi neto | Valuasi otomatis, kredit COGM saat dipakai ulang |
Laporan Arus Kas
Arus kas pabrik plastik sangat dipengaruhi oleh siklus impor bahan baku dan kebutuhan investasi mesin yang berkelanjutan. Pengelolaan likuiditas yang baik memerlukan perencanaan kas yang mempertimbangkan lead time pengadaan, fluktuasi kurs, dan jadwal pembayaran fasilitas kredit.
Arus Kas Pengadaan Impor Bahan Baku (Skema LC / SKBDN)
Pembelian resin dari luar negeri umumnya menggunakan skema Letter of Credit (LC) atau SKBDN untuk pembelian domestik dengan valuta asing. Instrumen ini mempengaruhi arus kas karena melibatkan margin deposit, biaya administrasi bank, dan potensi selisih kurs yang harus diperhitungkan dalam proyeksi kas.
Program Akuntansi Custom dapat mengintegrasikan modul treasury yang memantau setiap LC yang diterbitkan, mencatat tanggal jatuh tempo, dan memproyeksikan cash outflow secara otomatis. Sistem juga menghitung laba/rugi selisih kurs yang belum terealisasi untuk keperluan laporan keuangan interim.
- Pelacakan status LC: pembukaan, pengiriman dokumen, jatuh tempo pembayaran.
- Proyeksi arus kas mingguan berdasarkan jadwal impor dan forex exposure.
- Pencatatan otomatis selisih kurs realisasi saat pelunasan LC.
Pengeluaran Modal (CapEx) Peremajaan Lini Mesin dan Chiller
Pabrik plastik secara berkala perlu meremajakan mesin injection, extruder, dan sistem pendingin (chiller) untuk menjaga efisiensi dan kualitas produk. Pengeluaran modal ini bersifat signifikan dan harus direncanakan dalam anggaran Capex tahunan yang terintegrasi dengan proyeksi arus kas jangka panjang.
Software custom menyediakan modul penganggaran Capex yang memungkinkan manajemen menyusun skenario investasi, menghitung payback period, dan memproyeksikan dampaknya terhadap arus kas operasional. Setiap pembelian aset baru otomatis tercatat dalam modul aset tetap dan langsung mempengaruhi laporan posisi keuangan.
Fitur capital budgeting dalam program custom juga membantu membandingkan alternatif investasi misalnya membeli mesin baru versus memperbaiki mesin lama berdasarkan analisis NPV (Net Present Value) dan IRR (Internal Rate of Return) yang dihitung otomatis dari data historis yang tersimpan di sistem.
Metrik Analisis Finansial Pabrik Plastik Modern
Untuk mengukur kinerja keuangan secara tepat, pabrik plastik memerlukan metrik spesifik yang melampaui rasio keuangan konvensional. Dua metrik kunci yang menjadi key performance indicator (KPI) utama adalah biaya konversi per kilogram dan rasio hasil guna bahan baku.
Biaya Finansial Konversi Per Kilogram (Cost per Kg)
Metrik cost per kg mengukur total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu kilogram produk jadi, mencakup material, energi, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Angka ini menjadi tolok ukur daya saing pabrik dan acuan dalam menetapkan harga jual kepada pelanggan.
Program Akuntansi Custom secara otomatis menghitung cost per kg untuk setiap produk, setiap lini, dan setiap periode pelaporan. Data ini disajikan dalam dashboard analitik yang memungkinkan manajemen melihat tren biaya dari waktu ke waktu dan segera mengidentifikasi lonjakan biaya yang memerlukan tindakan korektif.
- Perhitungan otomatis cost per kg per SKU produk jadi.
- Perbandingan cost per kg antar shift, antar mesin, dan antar periode.
- Integrasi dengan data penjualan untuk menghitung margin laba kotor per kilogram.
Rasio Hasil Guna Bahan Baku
Material Yield Ratio mengukur efisiensi konversi bahan baku menjadi produk jadi, dihitung dengan membagi total output (kg produk baik) terhadap total input material (kg). Rasio ideal mendekati 100%, namun dalam praktiknya selalu ada kehilangan akibat purging, scrap, dan penyusutan.
Software custom melacak material yield secara real-time per production order dan mengakumulasinya ke dalam laporan bulanan. Ketika rasio turun di bawah ambang batas yang ditetapkan, sistem otomatis mengirimkan alert kepada manajer produksi untuk segera menyelidiki penyebabnya, baik itu masalah mesin, kualitas material, atau kesalahan operator.
📊 Insight finansial: Peningkatan material yield ratio sebesar 1-2% saja dapat menghasilkan penghematan biaya material hingga ratusan juta rupiah per tahun untuk pabrik plastik skala menengah. Program Akuntansi Custom membantu memonitor metrik ini secara konsisten dan memberikan data historis untuk program perbaikan berkelanjutan.
| Metrik Finansial | Formula | Target Ideal | Output Software Custom |
|---|---|---|---|
| Cost per Kg | Total Biaya Konversi ÷ Total Output (kg) | Bervariasi per produk | Dashboard tren, perbandingan multi-periode |
| Material Yield Ratio | Output Baik (kg) ÷ Total Input Material (kg) × 100% | 95% – 99% | Alert otomatis jika di bawah threshold |
| Rasio Scrap | Total Scrap (kg) ÷ Total Input (kg) × 100% | < 5% | Laporan scrap per lini dan per penyebab |
| Utilisasi Mesin | Jam Operasi Aktual ÷ Jam Tersedia × 100% | > 85% | Grafik utilisasi harian, mingguan, bulanan |
| Biaya Energi per Kg | Total Biaya Listrik ÷ Total Output (kg) | Bervariasi per lini | Perbandingan tarif peak vs off-peak |
Cara Membuat Laporan Keuangan Pabrik Plastik dengan Sistem Terotomasi
Dalam industri manufaktur plastik, profitabilitas sangat bergantung pada efisiensi konversi bahan baku menjadi barang jadi. Tantangan terbesar Anda adalah mengontrol biaya material, konsumsi energi mesin, dan meminimalisir limbah produksi (scrap). Sistem otomasi Flowdi Consulting baik via Spreadsheet maupun aplikasi web dirancang untuk melacak setiap gram bahan baku yang digunakan, sehingga Anda mendapatkan laporan keuangan yang presisi mengenai harga pokok produksi dan margin keuntungan sesungguhnya.
Persiapan Data Sebelum Input
Akurasi laporan keuangan pabrik bermula dari kejelasan data produksi. Sebelum memulai, pastikan Anda telah menyiapkan data dasar yang akan menjadi variabel penghitung biaya produksi Anda:
- Bill of Materials (BOM): Daftar standar penggunaan bahan baku (resin, aditif, masterbatch) per unit produk. Ini adalah acuan sistem untuk menghitung biaya material yang seharusnya keluar.
- Data Kapasitas & Penyusutan Mesin: Data jam kerja mesin dan nilai penyusutan alat. Ini krusial agar biaya listrik dan depresiasi mesin dapat dialokasikan ke dalam setiap unit produk yang dihasilkan.
- Data Tenaga Kerja Langsung: Data gaji operator produksi. Pemisahan antara gaji staf administratif dan tenaga produksi wajib dilakukan agar sistem dapat menghitung Conversion Cost dengan akurat.
Input Transaksi & Produksi Harian
Sistem kami mengubah kompleksitas manufaktur menjadi alur input yang terukur. Baik di Spreadsheet maupun aplikasi web, Anda cukup mencatat pergerakan stok dan hasil produksi harian:
- Catat Pemakaian Material: Input jumlah biji plastik yang masuk ke mesin produksi. Sistem akan memotong stok bahan baku dan mencatatnya sebagai biaya variabel dalam proses produksi.
- Catat Hasil Produksi & Scrap: Input jumlah barang jadi yang lulus QC dan jumlah sampah produksi (scrap). Memisahkan barang jadi dan scrap sangat penting untuk menjaga integritas nilai aset di neraca.
- Otomasi Alokasi Biaya: Setelah data produksi disimpan, sistem akan langsung menghitung total biaya (Bahan Baku + Tenaga Kerja + Overhead) dibagi dengan jumlah unit produk, menghasilkan HPP per unit yang akurat secara instan.
Hasilkan Laporan Otomatis
Sistem menyajikan laporan performa pabrik yang holistik. Anda bisa melihat "kesehatan" mesin dan bahan baku secara real-time setiap kali halaman laporan dibuka:
- Dashboard HPP Per Unit: Saat membuka laporan, Anda bisa langsung melihat biaya produksi per satuan produk. Anda bisa segera tahu jika penggunaan bahan baku melebihi standar (over-consumption) yang berpotensi merusak margin.
- Analisis Efisiensi Produksi: Sistem menyajikan perbandingan antara input bahan baku dan output barang jadi. Ini adalah alat kontrol utama untuk mendeteksi inefisiensi atau kebocoran material di lini produksi.
- Analisis Profitabilitas Lini Produk: Anda dapat melihat produk mana yang memberikan margin keuntungan paling tebal, membantu Anda memutuskan untuk fokus pada lini produksi yang paling efisien bagi perusahaan.
Catatan Penting: Mengelola Scrap (Limbah Produksi)
Dalam pabrik plastik, Scrap atau limbah produksi adalah
biaya yang sering tersembunyi. Jangan pernah menganggap limbah
adalah angka nol. Pastikan sistem Anda mencatat jumlah berat
sampah plastik yang dihasilkan setiap hari. Jika sampah produksi
terlalu tinggi, hal itu akan menurunkan Yield dan
menaikkan HPP secara signifikan. Verifikasi data produksi harian
secara disiplin agar laporan keuangan Anda tidak memberikan sinyal
profitabilitas yang palsu (laba semu).
Contoh Format Laporan Keuangan Pabrik Plastik
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ASET | |
| Aset Lancar | |
| Kas dan Setara Kas | 250.000.000 |
| Piutang Usaha | 300.000.000 |
| Persediaan Bahan Buku (Resin/Biji Plastik) | 500.000.000 |
| Barang Dalam Proses (WIP) | 150.000.000 |
| Persediaan Barang Jadi | 200.000.000 |
| Total Aset Lancar | 1.400.000.000 |
| Aset Tetap | |
| Mesin Injeksi/Ekstrusi | 2.500.000.000 |
| Cetakan (Molds/Dies) | 800.000.000 |
| Akumulasi Penyusutan Mesin & Cetakan | (650.000.000) |
| Total Aset Tetap | 2.650.000.000 |
| TOTAL ASET | 4.050.000.000 |
| LIABILITAS | |
| Liabilitas Jangka Pendek | |
| Utang Usaha (Supplier Resin) | 400.000.000 |
| Utang Biaya Listrik Industri | 120.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Pendek | 520.000.000 |
| Liabilitas Jangka Panjang | |
| Utang Bank (Kredit Investasi Mesin) | 1.500.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Panjang | 1.500.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS | 2.020.000.000 |
| EKUITAS | |
| Modal Saham | 1.500.000.000 |
| Saldo Laba | 530.000.000 |
| Total Ekuitas | 2.030.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 4.050.000.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| PENDAPATAN USAHA | |
| Penjualan Produk Jadi | 5.500.000.000 |
| Retur & Potongan Penjualan | (40.000.000) |
| Total Pendapatan Bersih | 5.460.000.000 |
| HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) | |
| Bahan Baku (Biji Plastik/Resin) | 2.800.000.000 |
| Bahan Penolong & Pewarna | 150.000.000 |
| Upah Tenaga Kerja Langsung (Produksi) | 650.000.000 |
| Biaya Listrik Industri (Mesin Injeksi) | 450.000.000 |
| Pemeliharaan & Suku Cadang Mesin | 120.000.000 |
| Total HPP | (4.170.000.000) |
| LABA KOTOR (GROSS PROFIT) | 1.290.000.000 |
| BEBAN OPERASIONAL | |
| Gaji Manajemen & Admin | 350.000.000 |
| Beban Pemasaran | 80.000.000 |
| Sewa Gudang & Utilitas Kantor | 120.000.000 |
| Depresiasi Mesin & Cetakan (Molds) | 150.000.000 |
| Total Beban Operasional | (700.000.000) |
| LABA SEBELUM PAJAK (EBT) | 590.000.000 |
| Beban Pajak Penghasilan (PPh Badan) | (129.800.000) |
| LABA BERSIH PERIODE BERJALAN | 460.200.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Laba Bersih Setelah Pajak | 460.200.000 |
| Penyesuaian untuk Rekonsiliasi: | |
| Depresiasi Mesin & Cetakan (Molds) | 150.000.000 |
| Kenaikan Piutang Usaha | (120.000.000) |
| Kenaikan Persediaan (Resin & Bahan Baku) | (80.000.000) |
| Kenaikan Utang Usaha (Supplier Resin) | 50.000.000 |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 460.200.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Mesin Injeksi Baru | (300.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (300.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (100.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (100.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 60.200.000 |
| Kas Awal Periode | 150.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 210.200.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Penerimaan Kas dari Pelanggan | 5.380.000.000 |
| Pembayaran Kas kepada Supplier (Bahan Baku & Penolong) | (2.950.000.000) |
| Pembayaran Kas untuk Gaji & Overhead Operasional | (1.839.800.000) |
| Pembayaran Kas untuk Pajak Penghasilan | (130.000.000) |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 460.200.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Mesin Injeksi Baru | (300.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (300.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (100.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (100.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 60.200.000 |
| Kas Awal Periode | 150.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 210.200.000 |