Mengelola keuangan bisnis kuliner memerlukan pendekatan akuntansi yang berbeda dari sektor lain. Kupas tuntas karakteristik laporan keuangan restoran serta bagaimana Program Akuntansi Custom dapat menjadi solusi strategis.
Karakteristik Keuangan Sektor FnB
Bisnis makanan dan minuman memiliki dinamika keuangan yang unik. Perputaran kas harian, ketergantungan pada bahan segar, dan fluktuasi okupansi menuntut sistem pencatatan yang presisi. Memahami karakter dasar ini adalah fondasi sebelum menyusun laporan keuangan yang akurat dan andal.
Kecepatan Siklus Hidup Aset Perishable
Bahan baku segar seperti sayuran, daging, dan susu memiliki masa pakai sangat pendek. Inilah yang disebut aset perishable. Jika tidak tercatat rapi, risiko kerugian akibat pembusukan meningkat tajam. Program akuntansi custom memungkinkan pencatatan tanggal kedaluwarsa otomatis yang terintegrasi dengan laporan persediaan harian.
Kecepatan siklus ini memengaruhi arus kas dan perhitungan HPP secara langsung. Sistem yang baik akan memberikan peringatan dini saat stok mendekati masa kritis, sehingga tim dapur bisa merencanakan penggunaan bahan secara lebih efisien dan mengurangi potensi limbah.
Struktur Biaya Utama
Prime cost adalah gabungan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung jantung pengeluaran operasional restoran. Idealnya, angka ini tidak melebihi 60-65% dari total pendapatan. Mengontrol prime cost berarti menjaga keseimbangan antara kualitas menu dan profitabilitas usaha FnB Anda secara berkelanjutan.
Program akuntansi custom dapat memisahkan secara otomatis komponen food cost dan labor cost dari setiap transaksi. Dashboard real-time menampilkan rasio prime cost harian, sehingga pemilik resto bisa mengambil keputusan cepat sebelum margin tergerus tanpa disadari.
- Food Cost: Biaya seluruh bahan yang digunakan dalam satu porsi hidangan terjual.
- Labor Cost: Upah chef, juru masak, dan staf dapur yang terlibat langsung dalam produksi.
- Ambang Ideal: Food cost 28-35% + labor cost 22-30% dari pendapatan.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi restoran bukan sekadar angka pendapatan dikurangi beban. Di dalamnya tersimpan sinyal tentang kebocoran pendapatan, efisiensi dapur, dan efektivitas strategi harga. Ketelitian dalam menyusunnya akan mengungkap area yang perlu segera diperbaiki.
Rekonsiliasi Pendapatan Multi-Channel
Saat ini pendapatan resto datang dari berbagai saluran: dine-in, takeaway, hingga platform online. Setiap saluran memiliki mekanisme pelaporan berbeda. Rekonsiliasi menyeluruh memastikan tidak ada rupiah yang hilang di tengah kompleksitas transaksi digital dan tunai.
-
Pendapatan Settle POS (Point of Sales) vs Kasir
Sistem POS mencatat setiap pesanan secara digital, sementara laporan kasir seringkali berbasis fisik. Selisih antara keduanya bisa menjadi indikasi kesalahan input, pembatalan tak tercatat, atau bahkan potensi penyalahgunaan. Rekonsiliasi harian wajib dilakukan secara disiplin.
Dengan program akuntansi custom yang terintegrasi langsung ke POS, data penjualan tersinkronisasi otomatis. Sistem akan menandai setiap selisih mencurigakan dan menghasilkan laporan rekonsiliasi harian tanpa perlu pengecekan manual yang memakan waktu berjam-jam.
-
Beban Komisi dan Potongan Harga Aggregator Online
Platform seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood mengenakan komisi 20-35% per transaksi. Belum termasuk biaya potongan promosi yang ditanggung merchant. Mencatat beban ini secara terpisah krusial untuk menghitung pendapatan bersih sebenarnya per saluran penjualan.
Program akuntansi custom memungkinkan pengaturan tarif komisi berbeda untuk setiap aggregator. Secara otomatis, sistem menghitung net revenue setelah komisi dan menyajikan perbandingan profitabilitas antar-platform, membantu Anda memutuskan fokus strategi pemasaran.
Harga Pokok Penjualan
HPP adalah elemen terbesar dalam struktur biaya resto. Menghitungnya dengan tepat membutuhkan data pembelian, stok awal, stok akhir, dan yield masak. Kesalahan kecil dalam perhitungan bisa menghasilkan selisih signifikan pada laporan laba rugi bulanan.
Biaya Bahan Baku Utama
Setiap bahan baku mengalami penyusutan saat diolah kulit terbuang, tulang dipisahkan, atau kadar air berkurang. Yield adalah persentase bahan yang benar-benar terpakai. Memahami yield setiap bahan membantu koki menyusun resep yang akurat secara biaya dan porsi.
Sistem akuntansi custom dapat menyimpan database yield per ingredients. Saat resep dimasukkan, HPP per porsi otomatis terhitung berdasarkan harga beli terkini. Ini memudahkan updating harga jual ketika terjadi fluktuasi bahan pokok di pasaran.
Varian Theoretical vs Actual Food Cost
Theoretical food cost adalah biaya ideal berdasarkan resep standar dan penjualan. Actual food cost dihitung dari stok riil terpakai. Selisih di antara keduanya mengindikasikan pemborosan, pencurian, atau kesalahan porsi yang perlu segera ditelusuri lebih lanjut.
Program akuntansi custom menyajikan kedua angka ini berdampingan dalam satu dashboard. Varian lebih dari 2% akan memicu notifikasi investigasi. Fitur ini mendorong akuntabilitas tim dapur dan membantu manajemen mengidentifikasi sumber ketidakefisienan secara cepat.
| Komponen | Theoretical Food Cost | Actual Food Cost | Penyebab Varian |
|---|---|---|---|
| Daging Sapi | Rp 18.500/porsi | Rp 20.100/porsi | Over-portioning, trimming berlebih |
| Minyak Goreng | Rp 1.200/porsi | Rp 1.550/porsi | Frekuensi penggantian terlalu sering |
| Keju Mozzarella | Rp 4.800/porsi | Rp 5.300/porsi | Pemakaian tanpa takaran standar |
Akuntansi Wastage dan Kebocoran Stok
Wastage adalah bahan yang terbuang karena rusak, gosong, atau tidak layak saji. Tanpa pencatatan khusus, wastage tersembunyi dalam HPP dan membuat food cost membengkak. Membedakan wastage wajar dan tidak wajar adalah langkah awal pengendalian biaya dapur yang efektif.
Menerapkan log wastage harian melalui program custom memungkinkan setiap pembuangan tercatat dengan alasan dan berat. Data ini terakumulasi menjadi laporan tren, membantu manajemen mengevaluasi teknik memasak, kualitas pemasok, atau disiplin staf dapur.
- Catat setiap item yang dibuang beserta berat dan alasannya.
- Klasifikasikan wastage: rusak alami, kesalahan masak, atau kadaluwarsa.
- Analisis mingguan: identifikasi pola dan tentukan tindakan perbaikan.
Laporan Posisi Keuangan
Neraca restoran mencerminkan kesehatan aset dari persediaan bahan hingga peralatan dapur bernilai tinggi. Pengelolaan yang tepat memastikan likuiditas terjaga dan investasi aset memberikan manfaat maksimal sepanjang masa pakainya.
Pengelolaan Persediaan
Persediaan di dapur bergerak sangat cepat, kadang dalam hitungan jam. Sistem pencatatan tradisional tidak mampu mengimbangi ritme ini. Diperlukan metode yang akurat dan ringkas agar nilai stok di neraca selalu mencerminkan kondisi terkini secara real-time.
-
Metode FIFO untuk Bahan Baku Segar
FIFO (First In, First Out) adalah prinsip wajib di dapur profesional: bahan yang masuk lebih dulu harus digunakan lebih dulu. Ini mencegah penumpukan stok lama di belakang rak yang berpotensi busuk. Penerapan FIFO menjaga kualitas sajian dan menekan kerugian.
Program akuntansi custom mendukung pelabelan otomatis berdasarkan tanggal masuk. Saat bahan dikeluarkan, sistem menyarankan lot terlama untuk diambil. Dengan demikian, nilai persediaan di laporan keuangan selalu merefleksikan harga perolehan terbaru sesuai standar akuntansi.
-
Rutinitas Stock Opname Harian dan Mingguan
Restoran idealnya melakukan opname singkat harian untuk bahan kritis (protein, susu) dan opname menyeluruh mingguan. Rutinitas ini mendeteksi selisih stok lebih dini sebelum berkembang menjadi masalah besar yang sulit dilacak asal-usulnya di akhir bulan.
With aplikasi akuntansi custom berbasis mobile, tim gudang bisa input hasil opname langsung dari ponsel. Data langsung tersinkron ke sistem pusat, menghasilkan laporan selisih instan dan penyesuaian otomatis pada kartu stok tanpa perlu input ulang secara manual.
Kapitalisasi Belanja Modal (CapEx) Restoran
Pembelian oven combi, chiller, atau meja stainless bukanlah beban operasional biasa. Aset ini harus dikapitalisasi dan didepresiasi selama masa manfaatnya. Perlakuan akuntansi yang benar menjaga laporan laba rugi tidak terbebani sekaligus di satu periode.
-
Depresiasi Peralatan Dapur
Peralatan dapur komersial umumnya memiliki masa manfaat 5-8 tahun. Metode garis lurus adalah yang paling sederhana: harga perolehan dibagi estimasi umur ekonomis. Beban depresiasi ini dialokasikan secara proporsional setiap bulan ke dalam laporan laba rugi.
Sistem custom dapat menghitung depresiasi otomatis untuk setiap aset yang terdaftar. Jadwal depresiasi tersaji rapi, memudahkan perencanaan penggantian alat dan memastikan laporan keuangan sesuai standar SAK EMKM yang berlaku bagi usaha kecil menengah.
-
Amortisasi Biaya Sewa dan Renovasi
Biaya renovasi outlet dan sewa jangka panjang termasuk aset tak berwujud yang diamortisasi. Misalnya, biaya fit-out Rp 120 juta untuk kontrak sewa 5 tahun akan diamortisasi Rp 2 juta per bulan. Ini menciptakan beban yang lebih adil dan mencerminkan realitas ekonomi usaha.
Program akuntansi custom menyediakan modul amortisasi otomatis. Cukup masukkan nilai perolehan dan periode amortisasi, sistem akan menjurnal beban setiap bulan tanpa campur tangan manual, mengurangi risiko lupa atau salah hitung di akhir periode.
Laporan Arus Kas
Arus kas adalah nadi usaha FnB. Pemasukan harian yang tinggi bisa menjadi ilusi jika tertahan di sistem pembayaran digital. Memahami siklus konversi kas membantu pemilik resto menjaga likuiditas untuk belanja bahan dan membayar pegawai tepat waktu.
Kecepatan Penyelesaian (Settlement Delay) QRIS & EDC
Transaksi QRIS dan kartu debit/kredit tidak langsung masuk ke rekening. Umumnya membutuhkan 1-3 hari kerja untuk settlement. Kesenjangan ini harus tercermin dalam laporan arus kas agar saldo riil tidak overestimate dan menyebabkan keputusan belanja yang keliru.
Program akuntansi custom dapat mencatat estimasi waktu settlement per payment gateway. Dashboard arus kas menampilkan proyeksi dana yang akan masuk, membantu Anda merencanakan pembayaran ke supplier tanpa harus menebak-nebak ketersediaan dana di rekening operasional.
Manajemen Kas Kecil (Petty Cash) Operasional Outlet
Kas kecil digunakan untuk pembelian mendesak seperti gas elpiji, bumbu habis, atau perbaikan ringan. Tanpa kontrol ketat, pos ini mudah bocor. Setiap pengeluaran harus disertai bukti dan dicatat dalam buku kas kecil yang direkonsiliasi secara berkala oleh supervisor outlet.
Sistem custom menyediakan modul petty cash digital. Staf outlet bisa menginput pengeluaran via aplikasi, melampirkan foto nota, dan saldo otomatis terupdate. Manajer keuangan memantau seluruh outlet dalam satu layar, memastikan transparansi dan akuntabilitas penuh.
- Saldo maksimal kas kecil: disesuaikan dengan skala outlet (umumnya Rp 1-3 juta).
- Pengisian kembali: sistem imprest fund, diisi sesuai jumlah yang telah terpakai.
- Rekonsiliasi: wajib dilakukan setiap akhir shift atau minimal harian.
Cara Membuat Laporan Keuangan Resto & Cafe (F&B) dengan Sistem Terotomasi
Operasional F&B adalah bentuk manufaktur mikro dengan tingkat perputaran yang sangat cepat dan risiko kerusakan persediaan (spoilage) yang tinggi. Tantangan terbesar Anda bukan sekadar mencatat penjualan di kasir, melainkan mengkalkulasi penyusutan bahan baku yang sangat rentan terhadap faktor yield (rendemen) dan masa simpan. Melalui arsitektur data Flowdi Consulting, kami menyinkronkan aktivitas Point of Sales (POS) di area depan (Front of House) dengan pergerakan bahan baku di dapur (Back of House) untuk menghasilkan laporan Prime Cost yang akurat.
Manajemen Resep (BOM) & Kalkulasi Yield Bahan Baku
Akurasi laporan F&B sangat bergantung pada seberapa presisi Anda mendefinisikan resep standar dan menghitung faktor susut dari setiap bahan mentah yang masuk ke dapur.
- Recipe Costing (BOM F&B): Buat struktur resep baku untuk setiap menu. Sistem harus memetakan berapa gram/mililiter bahan baku utama dan bahan penolong (termasuk kemasan/cup) yang digunakan untuk satu porsi produk.
- Kalkulasi Edible Portion & Shrinkage: Input faktor penyusutan (rendemen) pada sistem. Misalnya, penyusutan berat pada biji kopi pasca-roasting, atau persentase terbuang dari bahan segar setelah proses pembersihan. Harga beli harus dikonversi menjadi harga porsi matang, bukan sekadar harga beli mentah.
- Pemetaan Integrasi Menu POS: Pastikan setiap tombol menu (SKU) di mesin kasir (POS) terhubung langsung dengan formula resep di database back-end untuk memicu pemotongan stok otomatis.
Sinkronisasi Kasir (POS) & Backflush Inventory
Dalam F&B, otomasi berfokus pada kecepatan pengakuan pendapatan lintas metode pembayaran dan pemotongan bahan baku tanpa perlu menginput pemakaian dapur secara manual per pesanan.
- Otomasi Penjualan & Rekonsiliasi E-Wallet: Tarik data penjualan langsung dari POS. Sistem akan otomatis memecah pendapatan berdasarkan metode pembayaran (Cash, EDC, QRIS, Aplikasi Online) untuk memudahkan audit serah terima kas kasir (Cash Shift) di akhir hari.
- Metode Backflush Costing: Begitu kasir mencetak struk pemesanan kopi atau makanan, sistem secara real-time akan mengurangi persediaan biji kopi, susu, sirup, atau bahan lauk di gudang berdasarkan formula resep standar yang telah dikunci.
- Input Wastage & Spoilage: Catat secara disiplin setiap bahan baku yang kedaluwarsa, basi, atau tumpah. Ini tidak boleh dimasukkan ke dalam HPP, melainkan diakui sebagai Beban Kerusakan (Wastage Expense) agar Anda bisa mengevaluasi efisiensi tim dapur.
Analisis Prime Costs & Varian HPP
Laporan keuangan F&B yang tajam harus bisa mendeteksi kebocoran operasional secepat mungkin. Laporan tidak hanya berisi Laba Rugi bulanan, melainkan metrik efisiensi dapur.
- Analisis Varian HPP (Theoretical vs Actual COGS): Sistem membandingkan HPP Teoritis (berdasarkan resep dikali jumlah terjual) dengan HPP Aktual (berdasarkan stock opname akhir). Selisih yang terlalu jauh mengindikasikan adanya pencurian, porsi yang terlalu besar (over-portioning), atau tingginya barang terbuang.
- Laporan Prime Costs: Penjumlahan antara total HPP dengan Biaya Tenaga Kerja Langsung (gaji koki/barista). Rasio Prime Cost adalah indikator absolut kesehatan bisnis restoran; umumnya harus dijaga di bawah rasio 60%-65% dari total omzet.
- Menu Engineering Profitability: Analisis laporan yang mengkategorikan menu ke dalam matriks margin vs popularitas (Stars, Plowhorses, Puzzles, Dogs) untuk membantu Anda memutuskan menu mana yang perlu dinaikkan harganya atau dihapus.
Catatan Penting: Jebakan Selisih Platform Delivery
(GoFood/GrabFood)
Kesalahan umum pemilik resto adalah membukukan omzet dari aplikasi
pihak ketiga (seperti GoFood/GrabFood) berdasarkan harga jual yang
di-markup tanpa memisahkan biaya bagi hasil (MDR)
platform sebesar 20-25%. Jika sistem Anda membukukan nilai kotor
tersebut sebagai pendapatan murni, beban komisi akan tersembunyi
dan margin operasional akan terlihat jauh lebih besar dari
kenyataannya. Lakukan rekonsiliasi nilai pencairan dana
(settlement) secara harian untuk memastikan Laba Bersih yang
tercatat adalah nilai yang benar-benar masuk ke rekening
perusahaan.
Metrik Analisis Kinerja Bisnis FnB
Melampaui laporan keuangan standar, metrik operasional spesifik FnB memberikan wawasan lebih tajam. Angka-angka ini menjadi kompas strategis untuk mengukur efisiensi, menetapkan target, dan membandingkan performa antar periode atau antar cabang secara objektif.
Rasio Harga Pokok Kontra Pendapatan
Food cost percentage dihitung dengan membagi total HPP dengan pendapatan penjualan makanan. Angka ideal berkisar 28-35%. Rasio di atas 35% menandakan harga jual terlalu rendah, porsi berlebihan, atau pemborosan bahan yang tidak terkendali di lini produksi dapur.
Memantau metrik ini secara mingguan bukan hanya bulanan memungkinkan koreksi cepat. Program akuntansi custom menampilkan tren food cost percentage dalam grafik interaktif, lengkap dengan breakdown per kategori menu, sehingga Anda tahu persis menu mana yang perlu direkayasa ulang atau dihapus.
| Kategori Menu | Food Cost % | Status | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Main Course (Steak) | 38% | Tinggi | Evaluasi porsi atau naikkan harga 5-8% |
| Pasta & Noodles | 26% | Ideal | Pertahankan, bisa jadi menu andalan |
| Appetizer | 22% | Sangat Baik | Dorong penjualan dengan bundling |
| Minuman (Non-Alkohol) | 18% | Profit Tinggi | Upsell di setiap transaksi |
Pendapatan per Jam Kursi Tersedia (RevPASH)
RevPASH (Revenue Per Available Seat Hour) mengukur seberapa produktif setiap kursi menghasilkan pendapatan dalam satu jam operasional. Metrik ini sangat berguna untuk mengoptimalkan jam buka, mengatur shift staf, dan mengevaluasi efektivitas strategi table turnover harian.
Dengan program akuntansi custom yang terhubung ke sistem reservasi dan POS, RevPASH dapat dihitung otomatis per jam, per zona, atau per hari. Data ini memberdayakan manajer resto untuk menjadwalkan promosi di jam sepi atau menyesuaikan jumlah staf berdasarkan potensi pendapatan per jam.
- Hitung total pendapatan pada periode jam tertentu (misal: 12.00-13.00).
- Bagi dengan jumlah kursi tersedia di outlet selama jam tersebut.
- Bandingkan antar jam dan hari untuk menemukan pola okupansi.
Contoh Format Laporan Keuangan Resto & Cafe (F&B)
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ASET | |
| Aset Lancar | |
| Kas dan Setara Kas (Kasir & Bank) | 120.000.000 |
| Piutang Kliring Mitra Digital (EDC, QRIS, & Apps) | 35.000.000 |
| Persediaan Bahan Baku, Bahan Pelengkap, & Kemasan | 65.000.000 |
| Biaya Dibayar Di muka (Sewa Ruko) | 60.000.000 |
| Total Aset Lancar | 280.000.000 |
| Aset Tidak Lancar | |
| Peralatan Kitchen, Bar, & Sistem POS | 250.000.000 |
| Akumulasi Penyusutan Peralatan | (50.000.000) |
| Renovasi & Desain Interior (Leasehold Improvements) | 300.000.000 |
| Akumulasi Amortisasi Renovasi Tempat Sewa | (30.000.000) |
| Total Aset Tidak Lancar | 470.000.000 |
| TOTAL ASET | 750.000.000 |
| LIABILITAS | |
| Liabilitas Jangka Pendek | |
| Utang Dagang (Supplier Bahan Pangan & Daging) | 80.000.000 |
| Utang Gaji (Staf Dapur, Barista, & Server) | 40.000.000 |
| Utang Pajak Restoran (PBJT titipan konsumen) | 15.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Pendek | 135.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS | 135.000.000 |
| EKUITAS | |
| Modal Pemilik | 500.000.000 |
| Saldo Laba | 115.000.000 |
| Total Ekuitas | 615.000.000 |
| TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 750.000.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| PENDAPATAN USAHA | |
| Penjualan Makanan & Minuman (Dine-in & Takeaway) | 550.000.000 |
| Penjualan via Platform Online (Gross Delivery Apps) | 320.000.000 |
| Total Pendapatan Kotor | 870.000.000 |
| HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) | |
| Persediaan Awal Bahan Baku & Kemasan | 45.000.000 |
| Pembelian Bahan Baku, Bahan Segar, & Kemasan | 310.000.000 |
| Persediaan Akhir Bahan Baku & Kemasan | (50.000.000) |
| Total HPP | (305.000.000) |
| LABA KOTOR (GROSS PROFIT) | 565.000.000 |
| BEBAN OPERASIONAL | |
| Gaji & Kesejahteraan Karyawan | |
| Gaji Tim Dapur & Barista (Back of House) | 120.000.000 |
| Gaji Tim Pelayanan & Kasir (Front of House) | 80.000.000 |
| Biaya Operasional Toko & Pemasaran | |
| Sewa Tempat Ruko | 50.000.000 |
| Utilitas (Gas, Listrik Daya Besar, & Air) | 45.000.000 |
| Beban Komisi Platform Online (MDR Delivery Apps) | 64.000.000 |
| Kerusakan & Bahan Baku Kadaluwarsa (Wastage) | 15.000.000 |
| Pemasaran & Promosi Digital (Ads & KOL) | 20.000.000 |
| Penyusutan Peralatan & Amortisasi Renovasi | 30.000.000 |
| Total Beban Operasional | (424.000.000) |
| LABA SEBELUM PAJAK (EBT) | 141.000.000 |
| Beban Pajak Penghasilan (PPh) | (35.000.000) |
| LABA BERSIH PERIODE BERJALAN | 106.000.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Laba Bersih Sebelum Pajak Periode Berjalan | 141.000.000 |
| Penyesuaian untuk Rekonsiliasi: | |
| Depresiasi Peralatan & Amortisasi Renovasi Ruko | 30.000.000 |
| Kenaikan Piutang Mitra Digital (EDC, QRIS, & Apps) | (15.000.000) |
| Kenaikan Persediaan Bahan Baku & Kemasan | (10.000.000) |
| Kenaikan Utang Dagang (Supplier Bahan Pangan) | 20.000.000 |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 166.000.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Peralatan Espresso Mach. & Upgrade Kitchen | (56.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (56.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Kredit Bank / Prive Pemilik | (40.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (40.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 70.000.000 |
| Kas Awal Periode (1 Januari 2025) | 50.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 120.000.000 |
| Deskripsi Akun / Pos Keuangan | 31 Desember 2025 |
|---|---|
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Penerimaan Kas dari Pelanggan (Dine-in & Settlement Apps) | 855.000.000 |
| Pembayaran Kas kepada Pemasok (Vendor Bahan Baku & Gudang) | (310.000.000) |
| Pembayaran Kas kepada Karyawan (Gaji FOH & BOH) | (200.000.000) |
| Pembayaran Kas untuk Utilitas, Sewa Ruko, & Pemasaran | (115.000.000) |
| Pembayaran Kas untuk Komisi Platform (MDR Delivery Apps) | (64.000.000) |
| Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi | 166.000.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian Peralatan Espresso Mach. & Upgrade Kitchen | (56.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (56.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Pembayaran Pokok Kredit Bank / Prive Pemilik | (40.000.000) |
| Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | (40.000.000) |
| KENAIKAN NETO KAS | |
| Kenaikan Bersih Kas | 70.000.000 |
| Kas Awal Periode (1 Januari 2025) | 50.000.000 |
| KAS AKHIR PERIODE (31 Des 2025) | 120.000.000 |
💡 Tips Memilih Program Akuntansi Custom: Pastikan software mendukung integrasi POS, memiliki fitur manajemen resep dan yield, mampu menangani multi-outlet, serta menyajikan laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Fleksibilitas kustomisasi adalah kunci setiap resto memiliki kebutuhan unik yang tidak bisa dipaksakan dalam template generik.